Kamis, 03 Januari 2013

...Hidup adalah Pilihan...


Sebaik – baik Manusia yang memiliki Mata Hati 
Tidak Akan membiarkan Dirinya Sengsara Dunia dan Akhirat

“Barang siapa menghendaki  kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang – orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia – sialah apa yang mereka kerjakan.”
(QS.Hud:15-16)

“Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang – orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha  ke arah itu dengan sungguh – sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang – orang yang usahanya dibalasi dengan baik."
(QS.Al-Isra’:18-19)

“Dunia itu penjaranya orang – orang yang beriman dan Surganya Orang Kafir”
( HR.Muslim, Al-Tarmudzi,Ibnu Majah, dan Ahmad )

Secara Kontekstual, Hadits tersebut dapat kita artikan bahwa sesungguhnya makna dari kata Penjara adalah memberi petunjuk adanya perintah berupa kewajiban dan anjuran , disamping adanya larangan hukum haram dan makruh. Bagi orang beriman hidup di dunia tidak bebas tanpa batas ibarat penghuni penjara.Maka dia dibatasi berbagai perintah dan larangan. Bagi orang kafir dunia adalah surga sebab dalam menempuh hidup , dia bebas dari perintah dan larang tersebut.

“Janganlah sekali – kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang – orang kafir bergerak di negeri1.
Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk – buruknya.
Akan tetapi orang – orang yang bertakwa kepada Tuhan-nya, bagi mereka surga yang mengalir sungai – sungai di bawahnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah)2  dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang – orang yang berbakti.3
(QS.Aali-‘Imran:196 - 198)

Ket:
1.      Kelancaran dan kemajuan dalam perdagangan dan perusahaan mereka
2.      Tempat tinggal beserta  perlengkapan – perlengkapannya seperti makanan, minuman , dll
3.      Penghargaan dari Allah Swt. Disamping tempat tinggal beserta perlengkapan – perlengkapan itu, adalah lebih baik  daripada kesenangan duniawi yang dinikmati orang – orang kafir itu.

Perlu kita ketahui bahwa makna dari ayat diatas adalah menggambarkan kebiasaan orang kafir seperti apa, salah satu contohnya adalah kehidupan yang bebas,berbuat tidak karena iman tapi karena dunia dan hawa nafsu .So, jangan jadikan diri kita seperti orang kafir di atas yaitu dengan mengikuti kebiasaan – kebiasaan hidup mereka di dunia.

“Barang siapa yang mencintai suatu kaum, maka ia akan dibangkitakan bersama mereka.” (HR.Al-Hakim)

Semua itu hanyalah kesengan sementara bagi orang – orang kafir dan di sisi Allah adalah sebaik – baiknya tempat bagi orang yang beriman dan senantiasa sibuk memperbaiki diri.

“Hai orang – orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.”
(QS.Aali-‘Imraan: 200)

Ambillah dunia ini sekedar yang dapat menguatkan badan kita untuk beribadah. Puaslah dengan kadar yang sederhana dan jangan mengejar tambahan diluar batas keperluanmu.
Pepatah mengatakan bahwa
 “Jika sedikit faktor – faktor kegembiraan engkau miliki , maka sedikit pulalah kesedihanmu saat meninggalkannya kelak.”

Sang Pujangga berkata :
Siapa tidak suka menyaksikan perkara buruk
Janganlah mengejar sesuatu yang pasti hilang atau binasa
Sebab kesejahteraan pasti berubah menjadi kehancuran
Jika batas waktu dan saat telah datang menghampirinya.

Syair:
Wahai manusia, sesungguhnya dunia ini
Adalah lautan yang ganas menggelora.
Sangat sukar sebuah kapal selamat darinya.
Padahal jalan keselamatan dari tenggelamnya sangat jelas.
Buang seluruh bahan makanan dan barang berat dari atas kapal itu.

Makna yang bisa kita ambil dari syair diatas adalah sebenarnya kita mengetahui hal baik dan buruk dalam hidup di dunia ini dan kita telah memiliki tuntunan kitab suci kita Al-Qur’an akan tetapi demikian karena begitu banyaknya cobaan dan godaan sehingga membuat kita mudah tergelincir apabila tidak berhati – hati.

Jika kita lebih mengutamakan Cinta akan dunia maka kita akan menuruti akan keinginan hawa nafsu yang mencelakakan kehidupan kita baik dunia maupun akhirat.
“Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan engkau dari jalan Allah…” (QS.Shaad:26)

Apalah arti dari kesenangan Dunia yang sementara ini dibanding dengan Kebahagian akhirat yang kita kekal di dalamnya kelak.
Mari kita mengorbankan dan menginvestasikan waktu kita yang sesaat ini dengan menjadi orang – orang yang bertakwa kepada Allah.
Akhirat lebih baik daripada dunia.

Mari kita jadikan dunia sebagai tempat kita mengusahakan apa saja yang menjadi syarat – syarat menggapai akhirat yang lebih baik dan sesuai dirido’I oleh-Nya.

Sungguh kita akan mendapatkan sesuai dengan apa yang kita niatkan.
Jangan sia – siakan usaha yang sudah kita lakukan sirna dengan begitu saja yaitu dengan melakukannya tidak oleh sebab iman melainkan ada hal dunia terbersik dalam hati kita.
Mari kita lakukan Kebaikan oleh sebab iman yaitu oleh karena Cinta kita kepada Sang pemilik cinta sebenarnya beserta rasul  - rasulnya.

“Sesungguhnya dunia itu hanya milik empat manusia, yaitu:
1.      Hamba yang dianugerahi harta dan ilmu oleh Allah.
Dia bertakwa kepada Allah karenanya dan mengetahui hak Allah karenanya.
Ini adalah kedudukan yang paling baik.”


2.      Hamba yang dilimpahi Ilmu namun tidak dianugerahi harta
Dia adalah orang yang niatnya lurus. Dia berkata.’Andaikata aku mempunyai harta, tentu aku bisa beramal seperti diamalkan si Fulan.
Dia dengan niatnya itu, maka kedua – duanya memperoleh  pahala yang sama. 

3.      Hamba yang dianugerahi Harta namun tidak dianugerahi Ilmu.
Dia berjalan tanpa petunjuk karena hartanya tanpa pengetahuan,
Dia tidak bertakwa kepada Allah karenanya,
Tidak menyambung tali persaudaraan karenanya dan tidak mengetahui Hak Allah karenanya.
Ini adalah kedudukan yang paling Buruk

4.      Hamba yang Tidak dianugerahi harta dan ilmu
Dia berkata:’Andaikan aku mempunyai harta , tentu aku benar – benar akan berbuat seperti yang diperbuat  Fulan.
Dia dengan niatnya itu, maka kedua – duanya mendapat dosa yang sama.
(HR. Ahmad dan At-Tirmidzy)

Rasulullah bersabda:
“Ada tiga jenis manusia yang didalam  dirinya terdapat manisnya iman yaitu
Ø      Hendaknya Allah dan Rasulnya lebih dicintai dari pada selain keduanya.
Ø      Hendaknya mencintai seseorang semata – mata karena Allah,
Ø      Dan hendaknya membenci kekufuran sesudah Allah menyelamatkannya dari kekufuran itu, Sebagaimana Ia tidak suka lemparkan ke dalam api Neraka.”

Tidak ada alasan untuk tidak lebih mencintaiNya dari pada mencintai dunia yang fana ini.

Karena Dialah yang Patut untuk dicintai.
Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Pengasih kepada seluruh umat manusia,
Penyayang kepada orang – orang yang dikehendakinya.

Dia tidak menganiaya kita sedikitpun.
Dia mempermudah segalanya.
Dia Maha Pengampun dan Pemaaf sekalipun sudah seribu kali kita Ingkar dan berbuat Dosa.
Sebagaimana Allah telah berfirman agar kita jangan putus asa akan rahmatnya.

“Katakanlah hai hamba – hamba-Ku yang melampui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu  berputus asa  dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa – dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Maha pengampun lagi Maha penyayang.”
(QS. Az-Zumar:53)
Dan ayat di atas berlaku ketika ruh masih bersatu dengan jasad kita dan kita bertaubat kepadaNya.

Mari kita buktikan Cinta kita KepadaNya
Dengan Benar – benar menjadi orang yang beriman dan bertakwa
Untuk hidup kita yang lebih baik
Baik untuk dunia dan Akhirat.


“Allah Azza wa Jalla berfirman,
‘Jika hambaKu hendak mengerjakan suatu keburukan, maka janganlah kalian(Para Malaikat) menulisnya sebagai dosa hingga dia mengerjakannya. Jika sudah mengerjakannya maka tulislah satu dosa yang sama dengannya, dan jika dia  meninggalkannya karena Aku, maka tulislah satu kebaikan baginya. Dan jika dia hendak mengerjakan satu kebaikan namun belum mengerjakannya, maka tulislah satu kebaikan baginya. Jika dia sudah mengerjakannya, maka tulislah baginya sepuluh(pahala) kebaikan yang serupa dengannya hingga tujuh ratus kebaikan.’”
(HR.Al-Bukhary dan Muslim)

Subhanallah begitu baiknya Allah,
Tidak akan ada manusia yang dapat berbuat sedemikiannya.
Dia tidak tuliskan dosa ketika seseorang meniatkan kejahatan hingga ia melakukannya
Tapi sebaliknya
Dia langsung tuliskan pahala kepada kita ketika kita berniat kebaikan oleh karenanya
Dan menambahkan pahala ketika kita sudah mengerjakannya.

Marilah kita tanamkan dalam hati untuk lebih Mencintai Allah.
Cinta oleh sebab Manusia dan keduniaan itu Tidak akan Abadi bahkan mudah Sirna
Oleh karena Manusia tidak memiliki Cinta yang hakiki seperti sang Penciptanya.
Akan Habis dan Punah seiring berjalannya waktu.

Ketahuilah Sahabat – sahabatku Bahwa sesungguhnya perbuatan maksiat itu ternyata timbul karena kita mendahulukan cinta kepada hawa nafsu individual(cinta dunia) ketimbang cinta pada Allah dan Rasul.
Demikian pula semua perbuatan Bid’ah , hal ini muncul sebagai akibat kita telah mendahulukan kepentingan hawa nafsu(Cinta keduniaan yang berlebihan), Cintanya, bencinya, pemberiaanya, pencegahannya hanya untuk kepentingan hawa nafsu kita, hal ini menunjukkan  kurangnya keimanan yang wajib ada dalam diri kita.

“Surga itu diselubungi dengan semua perkara yang tidak disukai,
Manakala neraka diselubungi dengan nafsu syahwat.”
(HR.Muslim)

Ketika itu kita diharuskan bertaubat, kemudian kembali pada sunah Rasulullah Saw., mendahulukan cintanya  pada Allah dan Rasullnya serta semua yang diRido’I Allah dan Rasulnya dari pada Kepentingan hawa nafsu dan keinginannya.

“Barang siapa  yang mencintai dunia (secara berlebihan) maka dia telah membahayakan (kehidupan) akhiratnya dan barang siapa mencintai akhirat maka dia akan menjaga agamanya.”
(HR. Ahmad dan Tabrani)
“Maka dia akan rajin bergaul dengan para ulama, para tokoh, dan orang – orang yang bijaksana.”

Makna dari kata orang – orang bijaksana diatas adalah orang yang sudah mampu membedakan yang haq dan yang bathil dan yang sudah mampu menjadikan Allah di atas segalanya.
Mengapa kita diperintahkan lebih utama bergaul dengan orang – orang tersebut di atas??
Karena jika manusia senantiasa bergaul dengan orang – orang yang fasik, maka akan terukir dalam hatinya seluruh keburukan dan perbuatan maksiat yang dilakukannya, sehingga lambat laun ia akan terpengaruh dengannya.

Sebaik – baik manusia adalah yang bermanfaat buat orang lain.
Sehingga saya berbagi pada apa yang kuketahui dari beberapa sumber.
Agar kita dapat mengamalkan secara bersama – sama.

Marilah kita untuk saling Mengingatkan
Marilah mulai saat ini kita mengubah paradigma kita terhadap Makna hidup sebenarnya.
Dan untuk apa sebenarnya kita Hidup
Melainkan hanya untuk menyembah kepada Allah dengan kata lain Mari kita hilangkan Perasaan cinta – cinta oleh sebab Manusia dan keduniaan yang tidak berarti apa – apa di sisi Allah.

Mulai saat ini marilah kita berjanji untuk mengubah kebiasaan – kebiasaan buruk kita dengan kebaikan – kebaikan sesuai Syariat Islam.

Jika sholat kita belum menjalankan 5 waktu sehari semalam
Mari kita sempurnakan
Jika gaya hidup kita masih glamour
Mari kita ubah menjadi Sederhana dan apa adanya oleh karena Allah
Jika kita masih suka membuang waktu dengan percuma
Mari kita maknai waktu kita dengan sibuk memperbaiki diri setiap waktu dan memanfaatkan dengan semaksimal mungkin.
Marilah kita mulai dari hal yang sekecil mungkin dan sesederhana mungkin.
Insya Allah,
Allah akan memudahkan kita untuk menjalankan yang lebih besar ketika kita sudah melakukan dan memperbaiki kesalahan yang kecil.
Sebagaimana sabda Rasulullah:
“Barang siapa  mengamalkan apa yang diketahuinya , maka Allah akan mewariskan untuknya ilmu – ilmu yang belum diketahuinya.”

Tidak ada terbersik dalam hati ingin menggurui dan menceramahin.
Karena sayapun bukanlah seorang Guru dan penceramah.
Tapi ini saya lakukan karena dorongan Cinta kepada Allah dan Rasulnya.
Sebagaimana Sabda Rasulullah yang terdapat dalam pesan Ali bin Abi Thalib kepada Putranya yaitu Janganlah kalian takut menghadapi celaan orang dalam menjalankan perintah Allah. Allah akan melindungi kalian dari orang – orang yang bermaksud jahat. Janganlah kalian lupa untuk memerintahkan berbuat baik kepada orang lain dan mencegah kemungkaran.

Semua Berpulang kepada Allah
Semoga Bermanfaat untuk Kita Semua
Amin

Selasa, 18 Desember 2012

Golongan Orang Kafir dan Munafik serta Bagaimana Sikap Kita kepada Mereka Berdasarkan Al-Qur'an

Golongan Orang Kafir

“Sesungguhnya orang- orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri beringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak beriman.”
(QS.Al-Baqarah:6)
“Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka1, dan penglihatan mereka ditutup2. Dan bagi mereka siksa amat berat.” (QS. Al-Baqarah:7)
1:  orang – orang yang tidak mampu menerima petunjuk dan segala macam nasehat pun
      tidak akan berbekas.
2:  Mereka tidak dapat memperlihatkan dan memahami ayat-ayat Al-Qur’an  dan tidak dapat mengambil
     pelajaran dari tanda- tanda kebesaran Allah Swt. Di langit, di Bumi, dan pada diri mereka sendiri.


Golongan Orang Munafik

Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekililingnya, Allah menghilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, mereka tidak dapat melihat3 (QS. Al-Baqarah:17)
“Mereka tuli, bisu, dan buta4 , maka tidaklah mereka akan kembali ke jalan yang benar”.
(QS.Al-Baqarah:18)
3: Orang- orang munafik itu tidak mengambil manfaat dari petunjuk - petunjuk
    yang datang dari Allah Swt.
4: Walaupun panca indra mereka melihat , mereka tuli, bisu, dan buta
    untuk menerima kebenaran Allah Swt

“ Sesungguhnya orang – orang yang mendustakan ayat- ayat kami dan menyombongkan diri terhadapNya, sekali- kali tidak dibukakan bagi mereka pintu – pintu langit 5  dan tidak pula mereka masuk surga hingga Unta masuk ke lubang jarum6. Demikian balasan bagi orang – orang yang berbuat kejahatan.” (QS. Al-‘Araf:40)
5: Do’a dan amal mereka tidak diterima Allah Swt.
6: Mereka tidak mungkin masuk surga  sebagaimana tidak mungkinnya unta masuk kelubang jarum.



Sikap Kita Kepada Mereka

Pada suatu ketika saya pernah membaca di situs Facebook dia mengatakan bahwa”sudah dua hari saya menanti  penjelasan dari Islam tentang Tuhan mereka dan ternyata mereka tidak mampu menjelaskannya dan aku lebih hebat daripada Tuhannya.” Kurang lebih seperti itu,

Beliau terlalu bertanya, dan saya tahu pertanyaan itu bukanlah bertujuan untuk mencari kebenaran melainkan untuk mencari kelemahan yang ada dalam Al-Qur’an. Kenapa saya mengatakan seperti itu karena sudah lebih dari cukup kaum Muslim yang member I jawaban baik berdasarkan Al-Qur’an maupun berdasarkan Logika berfikir dan Beliau tetap menyangganya.
Seakan – akan dari perkataannya  dapat saya simpulkan Beliau akan percaya kepada Allah jika Allah sudah dihadapannya.
Bagaimana mungkin itu terjadi.
Sungguh manusia yang naïf.
Engkau tidak akan mampu melihat Tuhanmu secara langsung akibat dari keterbatasan yang sudah diciptakannya hingga suatu saat yang sudah ditentukan.
Lihatlah begitu banyak bukti KeberadaanNya.
Lihatlah begitu banyak bukti KeagunganNya.
Ada Sesuatu berarti Ada penciptanya.
Sang Pencipta sudah tentu tahu Kelebihan dan kekurangan yang diciptakannya.
Itu lah Allah.

Ah sahabat- sahabat dan ternyata itu bukanlah ucapan yang pertama yang dilontarkan oleh kaum kafir atau kaum munafiqun kepada umat Islam. 1400 tahun yang lalu juga sudah ada dilakukan oleh kaum Yahudi sebagaimana terlampir dalam ayat berikut ini.

“Ahli kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari pada itu. Mereka berkata:’Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata.’; Maka mereka  disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi6  sesudah datang kepada mereka bukti – bukti yang nyata, lalu kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.” (QS. An-Nisaa:153)
6: Anak sapi itu dibuat mereka dari emas untuk disembah
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna.
yang dibekali akal dan pikiran sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk
sudah seharusnya juga kita dapat menggunakan akal kita untuk berfirkir jernih.
Contoh kecil jika kita benar – benar telah memiliki akal yang sehat yaitu NAFAS kita.
Nafas Tidak bisa kita lihat bagaimanapun caranya.
Akan tetapi bukankah kita dapat merasakannya.
Begitulah Allah.
Itu adalah logika kecilnya saja, karena kita adalah manusia yang tidak luput dari keterbatasan.

Sahabat- sahabatku, jika kalian benar – benar ingin tahu bagaimana itu orang kafir , munafik atau orang – orang yang mendustakan ayat – ayat Allah bacalah Al-Qur’an. Disana sungguh banyak dipaparkan bagaimana karakter mereka sebenarnya; sehingga jika kita sudah mengetahui mereka yang sebenarnya kita pasti bakalan tahu juga cara untuk menghadapi mereka bukan??
sekali lagi Al-Qur’an lah jawabannya.

“Hai orang – orang yang beriman , jika kamu mengikuti sebagian dari orang – orang yang diberi Alkitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi kafir sesudah kamu beriman.”
(QS. Aali-‘Imraan:100)

“Hai orang – orang beriman, janganlah kamu mengambil teman kepercayaanmu orang – orang diluar kalanganmu,(karena) mereka tidak henti – hentinya(menimbulkan) kemudaratan bagimu.  Mereka menyukai apa yang menyusahkankan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat – ayat(kami), jika kamu memahaminya.”
(QS. Aali-‘Imraan:118)

“ Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman karena dengki yang timbul dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Dan maafkanlah dan biarkanlah mereka sampai Allah mendatangkan perintah-Nya.7 . Sesungguhnya Allah Maha kuasa atas segala sesuatu.”
7: Izin memerangi dan mengusir yahudi
(dan ayat ini bukanlah sekedar untuk Kaum yahudi melainkan kepada orang – orang yang telah mendustakan Ayat – ayat Al-Qur’an)

“Janganlah orang – orang mukmin mengambil orang – orang kafir menjadi wali8 dengan meninggalkan orang- orang mukmin…” (QS. Aali-‘Imraan:28)
8: Wali: teman akrab, pemimpin, penolong, dan pelindung.

“Sesungguhnya orang – orang yang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalangi(orang) dari jalan Allah…” (QS. Al-Anfaal:36)

Sesudah mengetahui yang sebenarnya, selayaknya tugas kita sebagai umat Islam yang menjunjung tinggi kebenaran adalah bagaimana cara yang tepat untuk menghadapi kekacauan- kekacauan yang sering mereka buat saat ini.
Dan apa yang mereka lakukan saat ini, sebenarnya 1400 tahun yang lalu juga sudah dilakukan para orang kafir dan munafik sehingga cara kita waspada tetaplah harus berpegang pada Al-Qur’an,

“Perangilah orang – orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak pada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasulnya…” (QS.At-Tawbah:29)

Perlu digaris bawahi bahwa makna dari kata berperang di atas bukanlah berarti berperang harus dengan menggunakan senjata melainkan dengan memberi nasihat jika salah seorang yang dilihatnya melakukan yang tidak baik. Dan jika orang yang diberi nasihat tidka menerima dengan baik, maka tidak ada paksaan untuk mengubah sikap dan pandangan sebelumnya, yang penting kita sudah melaksanakan kewajiban mengajak dan member nasihat.

“Maka katakanlah:’Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan.’”(QS.Yunus:41)

Artinya bahwa ada orang yang memiliki pandangan yang menurut agama salah, wajib bagi kita untuk mengajak dan menasihatinya ke jalan yang benar. Jika ia tidak mau kita tidak boleh memaksa.

Dan perlu kita ingat juga bukan berarti kita diajarkan untuk memusuhi mereka akan tetapi tetaplah bersikap baik dan berlaku adil kepada mereka kecuali oleh sebab – sebab tertentu, sebagaimana termaktub dalam Ayat Al-Qur’an berikut ini:

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang – orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah  menyukai orang – orang yang berlaku adil.”
(QS.Al-Mumtahanah: 8)

Artinya Allah tidak melarang orang Islam untuk berhubungan dengan orang kafir yang tidak memusuhi Islam kecuali mereka memerangi kita oleh sebab agama, maka itu wajib kita basmi alias perangi.

*AL-QUR’AN adalah jawaban dari semua pertanyaan dan pernyataan yang mereka lontarkan.
Mari sahabat – sahabat kita jadikan Al-Qur’an sebagai bacaan yang paling kita suka.
Sungguh dengan membacanya membuat hati kita tenang, damai, dan menjadi anak yang CERDAS tentunya.*
CERDAS DUNIA DAN AKHIRAT
(Insya Allah)

"Tulisan itu Mampu menggugah Dunia
Tulislah apapun itu
Mulai saat ini." 
(Ahmad Fuadi, Pengarang Novel Best seller Negeri 5 Menara) 

Sabtu, 15 Desember 2012

Menasehati Mempelai Putri Sebelum Disandingkan



Wasiat umamah binti al harits kepada putrinya sebelum disandingkan yang mengandung unsure-unsur pokok kehidupan keluarga yang harmonis.
Sepuluh sikap seorang istri pada suami:

  • 1&2 :
    Tunduk dan patuhlah kepadanya dengan sifat qanaah, selalu mendengar dan taat.

  • 3&4 :
    Memperhatikan apa yang disukai mata dan hidungnya. Janganlah matanya memandang sesuatu yang buruk pada dirim. Dan janganlah hidungnya mencium , kecuali keharuman yang semerbak.

  • 5&6 :
    memperhatikan waktu tidur dan makannya, karena sesungguhnya panasnya lapar menyala, meluap – luap dan terganggu tidur membuatnya cepat emosi.

  • 7&8 :
    Menjaga hartanya dan memperhatikan kehormatan dan tanggungan keluarganya. Cara penanganan dalam harta, baik – baiklah dalam mempertimbangkan. Dan di dalam tanggungan, baik – baiklah di dalam pengaturan.

  • 9&10 :
    Janganlah engkau membantahnya dan janganlah engkau menebarkan rahasianya, karena sesungguhnya bila engkau membantah perintahnya tentu membuat dongkol dadanya. Dan bila egkau membeberkan rahasianya maka sesungguhnya engkau tidak bisa menjamin pengkhianatannya. Kemudian janganlah sekali – kali engkau berbahagia disaat dia bingung murung dan janganlah sekali – kali engkau cemberut , murung disaat dia berbahagia.

http://www.penasaran.net/?ref=acpfq4

Faidah Pernikahan dalam Islam



  • Tetapnya kelangsungan hidup manusia dengan berkembangbiak dan berketurunan.
    [An-Nisa’:1] & [An-Nahl:72]
    “Menikahlah, berketurunanlah, perbanyaklah, karena sesungguhnya saya membanggakan umat – umat (yang terdahulu)” (HR.Al-Baihaqi)
  •  Menjaga Suami Istri dari terjerumus ke dalam perbuatan nista, dan mengekang bahaya syahwat serta menahan pandangan dari pandangan yang diharamkan.

    “Wahai sekalian pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah memiliki ba’ah, maka hendaklah menikah, karena sesungguhnya nikah itu lebih menahan pandangan dan lebih menjaga kemaluan.” (HR.Jama’ah)
  •  Membuat tenang dan tentram jiwa dengan cara duduk – duduk dan bercengkrama dengan pasangannya.
    “…agar dia merasa sengan kepadanya…” (Al-A’raf:189)

    “Hiburlah hati – hati kalian sesaat, karena jiwa itu kalau dipaksa(terus-menerus) akan buta. ”  (Az-Zawaj Al-Islamiy As-Sa’id)

    “Istri adalah labuhan buat suaminya, padanyalah dia menyalurkan dahaga seksual dibawah naungan cinta kasih dan kesucian.” (Ustadz Mahmud Asy-Syarif)
  • Wanita melaksanakan tugasnya yang sesuai dengan tabiat kewanitaan yang diciptakan begitu juga sebaliknya.

Sabtu, 08 Desember 2012

....Akhlakul Karimah....

Ummu Kaltsum r.a berkata,"Sesungguhnya Rasulullah Saw tidak memperbolehkan dusta, kecuali dalam tiga hal: 1). Berdusta untuk mendamaikan dua orang yang sedang bersengketa, 2). Berdusta pada waktu perang, 3). Dusta suami kepada istri(Demi kebaikan)."

Rasulullah Saw bersabda,"Allah Swt.berfirman, 'Sesungguhnya aku akan menerima Sholat orang - orang :
  • yang merendahkan dirinya karena kebesaranKu, 
  • menahan dirinya dari hawa nafsu karena Aku, 
  • yang mengisi sebagian waktu siangnya untuk berzikir kepadaKu, 
  • yang tidak sombong terhadap makhlukKu, 
  • yang memberi makan kepada orang - orang yang lapar, 
  • yang memberi pakaian pada orang yang telanjang, 
  • yang menyayangi pada orang yang terkena musibah,
  • yang memberi perlindungan pada orang yang terasing.
Kelak cahaya orang itu akan bersinar seperti cahaya matahari.Aku akan berikan cahaya ketika dia kegelapan.Aku akan berikan ilmu ketika dia tidak tahu.Aku akan lindungi dia dengan kebesaranKu.Aku akan memerintahkan malaikat menjaganya.Kalau dia berdoa kepadaKu, Aku akan mengabulkannya.Kalau ia meminta kepadaKu, akan segera Aku penuhi permintaannya..." (Kalimatullah Al Ulya,hal 26)


"Kamu tidak akan pernah mampu mencukupkan orang lain dengan hartamu, kareana itu, cukupkanlah mereka dengan wajah yang berseri dan dengan akhlak yang baik."
(HR.Abu Ya'la, Al-Hakim,dll)

"5 Perkara yang harus ada pada diri agar menjadi orang yang sholeh dan suci, yang menjadi kekasih Allah dan dijauhi setan yaitu saat Al-Hakim bertanya pada ayahnya, kemudian ayahnya menjawab:"
1. Agama
2. Keyakinan
3. Rasa Malu
4. Akhlak yang Baik
5. Kemurahan Hati

"Bersikap pemaaf, menganjurkan kebaikan dan berpaling dari orang - orang yang bodoh."
(Al-A'raf:199)
Sabda Rasulullah:
"Itu berarti kamu harus menjalin hubungan baik dengan orang - orang yang memusuhimu, bersikap dermawan terhadap orang yang kikir kepadamu, dan memaafkan orang - orang yang zalim atas dirimu."
(HR.Abu Abi Ad-Dunya)


http://www.penasaran.net/ref=acpfq4